Persalinan Kala IV - Adi Nata
Headlines News :
Home » » Persalinan Kala IV

Persalinan Kala IV

Written By Wilian Adi Nata on Selasa, 16 April 2013 | 4/16/2013 03:03:00 AM


2.1    Pengertian
Kala IV persalinan adalah waktu setelah plasenta lahir sampai empat jam pertama setelah melahirkan. (Sri Hari Ujiiningtyas, 2009)
Menurut Reni Saswita, 2011. Kala IV dimulai setelah lahirnya plasenta dan berakhir dua jam setelah proses tersebut. Observasi yang harus dilakukan pada kala IV:
1.    Tingkat kesadaran
2.    Pemeriksaan tanda-tanda vital: tekanan darah, nadi dan pernafasan
3.    Kontraksi uterus
4.    Terjadinya perdarahan. Perdarahan dianggap masih normal jika jumlahnya tidak melebihi 400 sampai 500 cc.

2.2    Asuhan dan Pemantauan pada Kala IV
Menurut Reni Saswita, 2011 asuhan dan pemantauan pada kala IV yaitu:
1.    Lakukan rangsangan taktil (seperti pemijatan) pada uterus, untuk merangsang uterus berkontraksi.
2.    Evaluasi tinggi fundus dengan meletakkan jari tangan secara melintang antara pusat dan fundus uteri.
3.    Perkirakan kehilangan darah secara keseluruhan.
4.    Periksa perineum dari perdarahan aktif (misalnya apakah ada laserasi atau episotomi).
5.    Evaluasi kondisi ibu secara umum
6.    Dokumentasikan semua asuhan dan temuan selama kala IV persalinan di halaman belakang partograf segera setelah asuhan diberikan atau setelah penilaian dilakukan.



2.3    Pemantauan Keadaan Umum Ibu pada Kala IV
Menurut Reni Saswita, 2011 Sebagian besar kejadian kesakitan dan kematian ibu disebabkan oleh perdarahan pascapersalinan dan terjadi dalam 4 jam pertama setelah kelahiran bayi. Karena alasan ini, penting sekali untuk memantau ibu secara ketat segera setelah setiap tahapan atau kala persalinan diselesaikan.
Hal-hal yang perlu dipantau selama dua jam pertama pasca persalinan.
1.    Pantau tekanan darah, nadi, tinggi fundus, kandung kemih, dan perdarahan setiap 15 menit dalam satu jam pertama dan setiap 30 menit dalam satu jam kedua pada kala IV.
2.    Pemijatan uterus untuk memastikan uterus menjadi keras, setiap 15 menit dalam satu jam pertama dan setiap 30 menit dalam jam kedua kala IV.
3.    Pantau suhu ibu satu kali dalam jam pertama dan satu kali pada jam kedua pascapersalinan.
4.    Nilai perdarahan, periksa perineum dan vagina setiap 15 menit dalam satu jam pertama dan setiap 30 menit pada jam kedua.
5.    Ajarkan ibu dan keluarganya bagaimana menilai tonus dan perdarahan uterus, juga bagaimana melakukan pemijatan jika uterus menjadi lembek.

2.4    Rokemendasi Kebijakan Teknik Asuhan Persalinan dan Kelahiran
Menurut Reni Saswita, 2011 rokemendasi kebijakan teknik asuhan persalinan dan kelahiran yaitu:
1.    Asuhan sayang ibu dan sayang bayi harus dimasukkan sebagai bagian dari persalinan bersih dan aman, termasuk hadirnya keluarga atau orang-orang yang hanya memberikan dukungan.
2.    Partograf harus digunakan untuk memantau persalinan dan berfungsi sebagai suatu catatan / rekam medik untuk persalinan.
3.    Selama persalinan normal, intervensi hanya dilaksanakan jika ada indikasi. Proseduri  ni bukan dibutuhkan jika ada infeksi / penyulit.
4.    Penolong persalinan harus tetap tinggal bersama ibu dan bayi.
5.    Penolong persalinan harus tetap tinggal bersama ibu setidak-tidaknya 2 jam pertama setelah kelahiran, atau sampai keadaan ibu stabil. Fundus harus diperiksa setiap 15 menit selama 1 jam pertama dan setiap 30 menit pada jam kedua. Masase fundus harus dilakukan sesuai kebutuhan untuk memastikan tonus uterus tetap baik, perdarahan minimal, dan dapat dilakukan tindakan pencegahan.
6.    Selama 24 jam pertama setelah persalinan, fundus harus sering diperiksa dan dimasase sampai tonus baik. Ibu atau anggota keluarga dapat diajarkan untuk melakukan masase fundus.
7.    Segera setelah lahir, seluruh tubuh terutama kepala bayi harus segera diselimuti dan dikeringkan, juga dijaga kehangatannya untuk mencegah hipotermi.
8.    Obat-obat esensial, bahan, dan perlengakapan harus disediakan oleh petugas dan keluarga.

2.5    Perdarahan dalam kala IV
Menurut Reni Saswita, 2011 jika ada perdarahan dalam kala IV dan kontraksi rahim kurang baik, segera disuntikkan 0,2 mg ergonovin atau metilergonovin intramuskular, uterus ditekan untuk mengeluarkan gumpalan darah dan dilakukan masase. Seandainya perdarahan belum berhenti juga ditambah dengan suntikan metil ergonovin lagi, tetapi sekarang  intravena dan dipasang oksitosin drip 10 unit dalam 500 cc glukosa; selama tindakan ini masase diteruskan.
Jika masih ada juga perdarahan, jangan terus terfiksasi pada atonia uteri, tetapi pertimbangkan juga kemungkinan lain, seperti robekan serviks, sisa plasenta suksenturiata, ruptura uteri, dan koagulopati.
Oleh karena itu, jika kemungkinan ini belum dikesampingkan, dilakukan pemeriksaan in spekulo dan eksplorasi kavum uteri.
Kita harus mencurigai adanya koagulopati dalam kala IV jika dengan usaha-usaha yang lazim dan setelah  dikesampingkan robekan serviks dan robekan rahim perdarahan melampaui 1000 cc, walaupun darah. Yang keluar dari jalan lahir membeku.Dalam hal ini kita suntikkan trasilol 200.000 unit intravena (proteinase inhibitor).
Jika masih ada perdarahan, dilaksanakan kompresi bimanual secara hamilton, yaitu : satu tangan masuk ke dalam vagina dan tangan ini yang dijadikan tinju dengan rotasi merangsang dinding depan rahim, sedangkan tangan luar menekan dinding perut di atas fundus hingga dapat merangsang dinding belakang rahim.
Dengan demikian, uterus ditekan dan dirangsang antara tangan dalam dan tangan luar.Perasat ini sekurang-kurangnya dilakukan selama 15 menit.Selama perasat-perasat ini diusahakan darah hingga jika kompresi bimauil tidak berhasil, keadaan pasien masih cukup baik untuk melakukan histerektomi.

2.6    Komplikasi
a.    Atonia Uteri
b.    Infeksi


Daftar Pustaka
Ujiningtyas, Sri hari. 2009. Asuhan Keperawatan Persalinan Normal. Jakarta: Salemba Medika
Saswita, Reni.2011. Asuhan Keperawatan Perawatan Normal. Jakarta: Salemba Medika

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Jumlah Pengunjung

Recent Post

Labels

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Adi Nata - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template